[ Artikel ] Buah Manis Istighfar

 

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi hal tentang manfaat dari Istighfar. Tapi sebelumnya saya akan bertanya terlebih dahulu, apakah anda sering merasa perasaan tidak nyaman, atau jiwa tidak tenang atau tidak mendapat kenikmatan yang baik ? ya, itu tandanya anda kurang beristighfar. Allah berfirman yang artinya

“Dan hendaklah kalian memohon ampunan kepada Rabb kalian, kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepada kalian. ” (Hud : 3)

Lalu, apakah anda sering sakit, ditimpa bencana atau malapetaka ? ya, itu tandanya anda kurang beristighfar. Allah berfirman yang artinya

“Wahai kaumku mohonlah ampun kepada Rabb kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras atas kalian dan akan menambah kekuatan pada kekuatan kalian.” (Hud : 52)

Apakah anda ingin terhindar dari bala, musibah, fitnah serta cobaan ? beristighfarlah ! Allah berfirman yang artinya

“Dan sekali-kali Allah tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampunan.” (Al-Anfal : 33)

Apakah anda ingin mempunyai keturaunan yang baik, anak shalih dan rezeki ? Beristighfarlah ! Allah berfirman yang artinya

“Maka Aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepada kalian, dan melimpahkan anak-anak dan harga kepada kalian, dan menjadikannya untuk kalian kebun-kebun dan menjadikan pula unutk kalian sungai-sungai’.” (Nuh : 10-12)

Lalu, apakah anda ingin meghapus dosa? Beristighfarlah !

“Dan katakanlah ‘Bebaslan kami dari dosa’, niscaya Kami akan mengampuni kesalahan- kesalahan kalian, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepadaorang-orang yang berbuat baik” (Al-Baqarah : 58)

Ya, istighfar adalah obat yang manjur untuk menghilangkan dosa dan kesalahan. Ketika anda mengerjakan perbuatan keji maka penyelamatnya adalah Istighfar. Allah ridha kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh beristighfar, karena dia mengakui dosa-dosanya dan meminta ampunan kepada Rabbnya. Jadi, barang siapa menghendaki kehidupan yang baik, bahagia,tentram hati, nyaman perasaan hendaknya dia beristighfar. Setiap kesusahan dapat dihilangkan dengan istighfar, setiap duka nestapa dapat dihapus dengan istighfar, setiap kesedihan dapat dilenyapkan dengan istighfar. Dalam hadits disebutkan yang artinya

“Siapa yang konsisten dengan istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya dari setiap kesusahan, kelapangan; dari setiap kesempitan, jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangkanya.”

Pada diri seseorang yang tekun beristighfar, akan kita temukan suatu kesenangan dan kegembiraan serta kemudahan urusan.

Rahasia dibalik semua itu ialah bahwa setiap penyebab kesusahan, duka nestapa, kesedihan, kegelisahan, kerisauan, kecemasan adalah dosa dan maksiat. Pernah suatu ketika Ar- Rabi’ bin Khutsaim bertanya kepada para sahabatnya, “tahukah kalian, apa itu penyakit?”. Mereka menjawab “Tidak”. Ar-Rabi’ menjawab “penyakit itu adalah dosa, obatnya adalah istighfar, dan indikasi kesembuhannya adalah bertaubat dan tidak mengulanginya lagi”

Tidak ada jalan untuk melepaskan diri dari padanya kecuali beristighfar. Oleh karena itu, apabila hamda memperbanyak beristighfar dan berlaku benar dalam istighfarnya, Allah pasti akan melindungi dari dampak-dampak yang ditimbulkan oleh dosa dan maksiat.

Allah akan membahagiakan, menyamankan perasaan, menyenagkan dan memasukkan kedamaian dalam dirinya sebagai anugrah dan kemurahan-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Dia mengampuni siapa yang beristighfar dan mensyukuri siapa yang taat kepada-Nya.

Saat kita tekun beristighfar; siang, malam; secara diam, atau terang-terangan; dalam posisi apapun, saat itulah pintu kemudahan akan terbuka, semua kebaikkan akan di hadirkan. Segala kesusahan, kesempitan, kegagalan, keterpurukkan, keputusasaan, kecemasan, duka cita penyebabnya adalah keengganan beristighfar yang diikuti serangkaian tindak maksiat dan dosa.

Apabila Allah menghendaki kebaikkan, maka Dia akan mengembalikan orang tersebut kepada-Nya dan akan mengilhamkan padanya untuk senantiasa mengingat, mensyukuri dan meohon ampunan kepada-Nya, sehingga lisannya senantiasa basah dengan kalimat “Astaughfirullah”.   

Wahai orang yang di dera rasa sakit, beristighfarlah !

Wahai orang yang dirundung duka, beristighfarlah !

Wahai orang yang bertumpuk-tumpuk kesedihannya, beristighfarlah !

Wahai orang yang bertambah-tambah kesusahannya, beristighfarlah !

Wahai orang yang sempit hatinya, beristighfarlah !

Kekayaan, pertolongan, kemenangan, kesuksesan, kepahaman, kemuliaan, kelapangan dan kemudahan ada pada Istighfar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *