Penyebab Pikiran Negatif

“Semua bunga esok ada dalam benih hari ini. Semua hasil esok hari ada dalam pikiran hari ini” -Aristoteles

 

Halo dulur – dulur, pada kesempatan ini aku akan bahas beberapa hal mengenai Pikiran Negatif. Langsung saja ya.

Sesuai namanya, Pikiran Negative merupakan pikiran yang bertolak belakang dengan pikiran positif. Merasa tidak mampu atau pesimis, merasa tidak berguna, minder, takut gagal, takut ditertawakan, merupakan beberapa contoh pikiran negative. Bahkan bagi para penderita gangguan kecemasan, pikiran negative mereka jauh lebih intens. Mereka bisa merasa panic karena pikiran takut mati, takut memiliki penyakit yang mengancam jiwanya, takut pingsan di jalan, takut naik lift (takut tiba – tiba lift mati), takut dengan tanda – tanda kematian yang menyerupai dengan penyakitnya (padahal kematian hanya Allah SWT yang tahu). Pikiran negative ini dapat melemahkan seseorang.

Namun, dalam Buku Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen disebutkan bahwa setiap hari manusia menghadapi lebih dari 60 ribu. Satu – satunya yang di butuhkan untuk mengatasi banyaknya pikiran tersebut adalah pengarahan. Jika arahnya positif, maka sekitar 60 ribu pikiran tersebut keluar dari ruang memori kea rah yang positif. Dan juga sebaliknya.

Pada tahun 1986, di Fakultas Kedokteran San Fransisco dilakukan penelitian yang menyebutkan bahwa lebih dari 80% pikiran manusia bersifat negative. Dengan perhitungan sederhana, 80% dari 60ribu adalah 48ribu. Berarti setiap hari kita memiliki 48 ribu pikiran negative. Semua itu turut mempengaruhi perasaan, perilaku, serta penyakit yang mendera jiwa dan raga. Maka seharusnya kita harus ekstra hati – hati dalam memilih pikiran. Nah untuk itu mari kita bersama – sama harus mengetahui factor apa saja yang dapat menimbulkan pikiran negative. Pengetahuan dulur – dulur mengenai factor – factor penyebab pikiran negative ini akan memperluas pandangan dan membantu dulur – dulur semua menghindari pikiran negative.

Jauh Dari Allah

Allah menjelaskan, “barang siapa berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunnya pada hari Kiamat dalam keadaan buta” [ Thaha : 124 ].

Apakah dulur – dulur mempunyai teman atau kerabat yang kehidupannya bagai mata rantai penderitaan? Keluar dari satu masalah lalu masuk kedalam masalah lain ? Ya, penyebabnya karena ia jauh dari Allah. Seorang mukmin sejati selalu bertawakal, bersyukur dan bertaqwa kepada Allah di kondisi lapang maupun sempit. Seorang mukmin sejati tidak pernah berhenti mendekat kepada Allah.

Kehidupan material, persaingan yang ketat dan perubahan cepat yang terjadi dalam kehidupan ini membuat banyak orang hanyut dalam arus hingga menjauh dari Allah.

Tidak Punya Tujuan Yang Jelas    

Ada beberapa jenis manusia yaitu, orang yang tidak tahu apa yang di inginkan, orang yang tahu apa yang diinginkan tapi tidak melakukan apa pun untuk menggapainya, orang yang tahu apa yang di inginkan dan punya tujuan yang jelas tapi tidak percaya dengan kemampuannya, orang yang tahu pasti apa yang diinginkan tapi ia terpengaruh oleh hal – hal negative, serta orang yang tahu apa yang diinginkan dan berusaha keras untuk menggapainya sampai berhasil.

Tidak adanya tujuan yang jelas dalam kehidupan, membuat seseorang tidak memaksimalkan kemampuan yang di anugrahkan Allah. Maka kehidupannya akan sia – sia. Ia akan dihantui pikiran negative berupa kecemasan dan takut serta akan diombang –ambingkan kehidupan.

Rutinitas Yang Negatif

Semua orang hidup dalam rutinitas tertentu dan berada dalam lingkungan, keluarga, masyarakat dan pekerjaan tertentu. Ketika terjadi perubahan hidup, kita merasa kehilangan rasa aman dan ketenangan. Karena itu manusia berusaha memiliki zona nyaman. Namun zona nyaman itu dapat menjadi rutinitas negative yang bisa menggangu jiwa dan pikiran.

Rutinitas negative yang di maksud adalah melakukan hal yang sama dengan cara yang sama sepanjang hari tanpa perubahan. Contoh, bangun tidur, makan, minum kopi, main game, kuliah. Begitulah ia berkutat dengan rutinitas sehingga hidupnya terasa tidak bermakna.

Secara psikologis, tidak adanya prestasi menyebabkan maraknya kasus bunuh diri, terutama dikalangan anak muda yang merasa frustasi dan kesepian. Orang yang hidup dalam rutinitas negative akan kehilangan perhatian terhadap pekerjaannya dan segala sesuatu di sekitarnya.

Pengaruh internal

Tantangan terbesar dalam hidup manusia adalah dirinya sendiri. Tantangan ini tidak datang dari luar, tapi bersumber dari dalam diri. Tantangan yang paling berbahaya adalah kemampuan menerima diri sendiri apa adanya. Ini merupakan factor utama yang menyebabkan penderitaan yang dirasakan manusia.

Orang yang paling menderita adalah orang yang tidak bisa menerima keadaan diri sendiri. Sikap ini akan melahirkan serangkaian masalah yang tiada berujung. Semua masalah itu ada dalam diri sendiri. Allah berfirman, “sesungguhnya Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum hingga mereka mengubah kondisi yang ada pada diri mereka” [ Al Rad : 11 ]. Penyebab utama penderitaan seseorang adalah dirinya sendiri melalui pikiran negative tentang dirinya yang terjadi berkali –kali.

Pengaruh Eksternal

Pengaruh eksternal menyebabkan lahirnya pikiran negative yang melahirkan berbagai penyakit baik jiwa ataupun fisik. Sangat mudah seseorang dipengaruhi untuk ikut merokok, minum minuman keras dan lain sebagainya. Karena itu, waspadalah!! Pengaruh eksternal dapat memicu pikiran negative

Semangat Yang Lemah  

Kondisi semangat yang lemah akan menimbulkan masalah bagi diri sendiri maupun orang lain. Ketika seseorang merasa semangatnya lemah, maka ia akan mencari pelarian dari keadaan tersebut. Ciri orang yang memiliki semangat lemah yaitu raut wajah kusut, konsentrasinya negative, perilaku negative, emosioanal, banyak diam dan suka menyendiri. Dengan demikian semangat yang lemah dapat membawa seseorang berpikiran negative.

Persahabatan yang tidak baik

Persahabatan yang tidak baik menyebabkan kita berkonsentrasi pada hal – hal negative. Pikiran negative menjadikan bahasa sesorang menjadi negative dan terdengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang – orang yang berpikir positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya. Sebab orang – orang yang berpikir positif memiliki pola piker yang berorientasi solusi, maju dan berkembang. Sedangkan orang- orang yang berpikiran negative hanya berkutat pada problem. Pikiran negative membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang memiliki pikiran sejenis dengannya. Jadi, pikiran negative melahirkan persahabatan yang negative. Persahabatan yang negative memperkuat pikiran negative. Dengan begitu orang akan hidup dalam rotas yang negative.

Media Informasi

Ya, tahu sendirilah bagaimana perkambangan media informasi saat ini. Banyaknya berita – berita palsu, ujaran kebencian tentu dapat memengaruhi pikiran menuju kea rah yang negative. Bijak dalam memilih – milih berita di media informasi adalah langkah penting dalam terciptanya pikiran yang positif.

Nah, itu tadi artikel yang dapat saya post pada hari ini. Artikel ini dibagikan dengan tujuan untuk memperluas pandangan dan membantu dulur – dulur semua menghindari pikiran negative. Pikiran adalah awal dari segalanya. Jika dulur – dulur ingin mewujudkan mimpi maka kalian harus memikirkan sesuatu yang mendukung untuk menggapainya. Oke ya. Sekian dan terimakasih.

 

Tinggalkan Balasan